• POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN ASAHAN PADA SEKTOR PERTANIAN

    BAB I

    PENDAHULUAN


    Latar Belakang

         Dalam Pembangunan suatu wilayah perencanaan adalah suatu hal yang utama sebab dengan perencanaan yang tepat akan menimbulkan dampak positif terhadap daerah itu sendiri. Perencanan yang tepat adalah sebuah perencanaan yang dibuat atas dasar potensi atau keunggulan yang dimiliki daerah itu sendiri. Perencanaan juga akan menjadi bahan dalam membuat sebuah kebijakan pembangunan yang mendukung perencanaan tersebut.
    Konsep perencanaan wilayah merupakan tindak lanjut dari kegiatan perencanaan yang dilakukan karena adanya perbedaan kepentingan, permasalahan, ciri dan karateristik dari masing-masing daerah/wilayah yang menuntut adanya campur tangan pihak pemerintah pada tingkat wilayah. Perecanaan wilayah dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi permasalahan dimasing-masing wilayah dan mengupayakan keseimbangan pembangunan antar wilayah. Peran utamanya adalah mengatasi secara langsung persoalan-persoalan yang berkenaan dengan pembangunan ditingkat wilayah.
    Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.Kabupaten Asahan terletak diantara 2 0 30' – 3 0 30' LU dan 99 0 00' – 100 0 00' BT secara administratif terdiri dari 20 Kecamatan, 237 desa, 34 kelurahan.Luas wilayah Kabupaten Asahan adalah 4.624,41 Km 2 atau 462.441 Ha, dengan jumlah penduduk 990.230 jiwa.

    Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini. Sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya. Berdasarkan data Statistik Indonesia tahun 2009, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian cukup tinggi (41.331.706 jiwa), disusul oleh sector perdagangan (21.221.744 jiwa) dan jasa (13.099.817 jiwa)

    Sejak dahulu kala Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa agraris. Alam Indonesia memiliki potensi yang besar pada sektor pertanian. Dukungan iklim, kesuburan tanah dan hutan sebagai sumber air menyebabkan mayoritas penduduk Indonesia menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani. Demikian pula kondisi geografis Indonesia, sebagai negara kepulauan yang menyimpan potensi kekayaan lautnya, menyebabkan Bangsa Indonesia dikenal juga sebagai bangsa bahari.

    Sektor pertanian memiliki peran yang strategis dalam pembangunan perekonomian nasional.  Tidak saja sebagai penyedia bahan pangan, bahan baku industri, pakan dan bioenergi, penyerap tenaga kerja, sumber mata pencaharian dan sumber devisa negara, pertanian juga berperan sebagai pendorong pengembangan wilayah dan sekaligus pendorong pengembangan ekonomi kerakyatan.  Berbagai peran strategis tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan perekonomian nasional yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, menyediakan lapangan kerja, serta memelihara keseimbangan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

    Sektor pertanian kini dan mendatang memiliki peluang yang strategis untuk dikembangkan, namun dalam pengembangannya pertanian juga dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan.  Upaya membangun pertanian ke depan seyogyanya harus berpijak dari permasalahan, peluang dan tantangan yang ada.  Dengan menganalisa potensi yang dimiliki, serta pencermatan terhadap pengaruh lingkungan internal maupun eksternal, maka dapat dirumuskan langkah-langkah strategis dan rencana tindakan yang akan diterapkan dalam pembangunan pertanian.

    Tujuan

    1. Mewujudkan tata kelola birokrasi pertanian yang bersih dan berwibawa yang dapat meningkatnya kualitas tata kelola birokrasi pertanian,
    2. Mempercepat terwujudnya kemandirian pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional sehingga tersedianya bahan pangan bergizi, sehat dan layak konsumsi berbasis sumber daya lokal berkelanjutan,
    3. Meningkatkan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan bahan baku industri sehingga tersedianya produk pertanian unggul dan berdaya saing 
    4. Melahirkan pelaku usaha agribisnis yang mandiri dan berjiwa wirausaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan usaha agribisnis melalui pemanfaatan peluang ekonomi secara optimal,
    5. Mendorong pertumbuhan agroindustri unggul berdaya saing yang mewujudkan pertanian sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan perluasan kesempatan kerja di pedesaan.

    Masalah

    Permasalahan yang muncul dalam sektor pertanian di Kabupaten Asahan yaitu :
    1. Lahan pertanian makin berkurang akibat maraknya alih fungsi lahan,
    2. Penerapan teknologi dalam usaha tani belum optimal,
    3. Kapasitas kelembagaan dan SDM petani masih rendah,
    4. Sistem pemasaran dan distribusi hasil pertanian belum efisien,
    5. Penanganan pasca panen dan pengolahan belum memenuhi standar mutu.

    BAB II

    POTENSI

         Kabupaten Asahan merupakan salah satu sentra perkebunan di Provinsi Sumatera Utara. Komoditi penting yang dihasilkan di Kabupaten Asahan adalah Karet, Kelapa Sawit, Kakao, Kelapa. Dimana pengusahaan tanaman perkebunan dilakukan oleh rakyat, Badan Usaha Milik Negara (PTPN) dan swasta.

    Sektor pertanian mempunyai potensi yang strategis bagi pembangunan di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara, karena tanahnya subur dan cocok untuk komoditas tanaman pangan, hortikultur dan tanaman perkebunan. Hutan mangrove yang membentang dari pantai utara Kabupaten Langkat ke daerah pantai selatan Kabupaten Labuhan Batu dengan ketebalan bervariasi antara 50-150 meter ditumbuhi oleh mangrove sejati dan mangrove semu. Mangrove terluas terdapat di Kabupaten Langkat (35.000 Ha), Deli Serdang dan Serdang Bedagai (11.800 Ha) dan Asahan (4.801,2 Ha), tetapi sebagian besar berada dalam kondisi rusak.

    Hal ini jelas terlihat dar tabel struktur perekonomian di bawah (dalam persentase) :
    Daerah Kabupaten Asahan memiliki lahan pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan, dari daerah ini hasil produksi pertanian seperti Beras Kuku Balam dari Kecamatan Aek Ledong dengan luas tanaman 6.500 Ha dan Kecamatan Rawang Panca Arga seluas 13.000 Ha, sangat terkenal sampai keluar Sumatera, komuditas andalan lainnya dari daerah ini adalah sayur-sayuran, pisang berangan, jagung, cabai dan buah salak pondoh ledong.

    Potensi di Kabupaten Asahan terdapat 2 (dua) jenis perkebunan yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola secara langsung oleh masyarakat, sedangkan perkebunan besar merupakan perkebunan yang dikelola berdasarkan badan usaha.
    Gambar. Pohon Sawit
    Pada tahun 2010, Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Teluk Dalam seluas 2.984 Ha, tanaman kelapa seluas 28 Ha, dan untuk tanaman karet hanya seluas 22 Ha. Untuk tanaman lain seperti kakao, pinang, cengkeh, aren, kapuk seluas 139 Ha.

    Pengelolaan perkebunan kelapa sawit merupakan sumber penghasilan utama sebagian besar masyarakat Kecamatan Teluk Dalam yang kemudian diikuti oleh budidaya tanaman kelapa. Kecamatan Teluk Dalam mempunyai 3 unit pengolahan kelapa sawit yaitu PT. Padasa, PT. Satu dan PT. KMA yang ketiganya adalah milik Swasta ataupun perorangan, hal ini sangat membantu petani dalam pendistribusian hasil perkebunannya. Setiap tahun banyak terjadi konversi lahan di Kecamatan Teluk Dalam dari lahan pertanian tanaman pangan diubah menjadi tanaman perkebunan khususnya kelapa sawit, karena lebih menghasilkan. 
    Sumber: Kecamatan Teluk Dalam Dalam Angka, 2010

    Tanaman pangan yang dominan di Kabupaten Asahan adalah pagi, jagung, ubi kayu, dan kedelai. Jika dilihat dari luas panen dan produksi padi sawah perkecamatan, maka sentra produksi padi di Kabupaten Asahan adalah Kecamatan Air Putih, Meranti dan Tanjung Tiram. Khusus untuk tanaman jagung, kecamatan yang potensial adalah B.P. Mandoge, Simpang Empat, Air Batu, dan Buntu Pane.
    Gambar. Tanaman Jagung

    Gambar. Tanaman Padi
    Kabupaten Asahan mempunyai potensi perairan yang potensial untuk usaha perikanan. Potensi terdiri dari laut, sungai, rawa dan danau. Kusus untuk potensi tambak udang di Kabupaten Asahan sering mengalami kesulitan kekurangan bibit. Peluang ini dapat menjadi suatu bidang usaha yang layak untuk dikembangkan (Hatchery).

    Dalam bidang peternakan, berdasarkan hasil pendataan sapi (PSPK2011) ada 375 ekor sapi potong. Selain sapi potong, jenis ternak lainnya yang potensi di Kecamatan Teluk Dalam antara lain Kambing, dan Ayam Ras Pedaging. Sektor perikanan bukanlah sektor yang potensial di kecamatan Teluk Dalam, sebab letak kecamatan ini jauh dari laut. 


    BAB III

    ANALISA

    Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang berarti Negara yang mengandalkan sektor pertanian baik sebagai sumber mata pencaharian maupun sebagai penopang pembangunan. Sektor pertanian meliputi subsektor tanaman bahan makanan, subsektor holtikultura, subsector perikanan, subsektor peternakan, dan subsektor kehutanan. Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat dominan dalam pendapatan masyarakat di Indonesia karena mayoritas penduduk Indonesia bekerja sebagai petani. Namun produktivitas pertanian masih jauh dari harapan. Salah satu faktor penyebab kurangnya produktivitas pertanian adalah sumber daya manusia yang masih rendah dalam mengolah lahan pertanian dan hasilnya. Mayoritas petani di Indonesia masih menggunakan system manual dalam pengolahan lahan pertanian.

    Analisis Input-Output merupakan bentuk analisis antar sektor. Sistem Input- Output ini disusun berdasarkan asumsi perilaku ekonomi yang merupakan penyederhanaan kerangka untuk mengukur aliran masukan (input) dan keluaran (output) berbagai faktor kegiatan ekonomi dalam suatu wilayah. Sistem penghitungan ini mengikuti arus barang dan juga jasa dari satu sektor produksi ke sektor produksi lainnya (Nazara, Suahasil; 1997).
    Terdapat beberapa kegunaan atau manfaat dari analisis Input-Output (Tarigan, Robinson; 2006), antara lain:
    • Menggambarkan kaitan antarsektor sehingga memperluas wawasan terhadap perekonomian wilayah. Dapat dilihat bahwa perekonomian wilayah bukan lagi sebagai kumpulan sektor-sektor, melainkan merupakan satu sistem yang saling berhubungan. Perubahan pada salah satu sector akan langsung mempengaruhi keseluruhan sektor walaupun perubahan itu terjadi secara bertahap.
    • Dapat digunakan untuk mengetahui daya menarik (backward linkages) dan daya mendorong (forward linkages) dari setiap sektor sehingga mudah menetapkan sektor mana yang dijadikan sebagai sektor strategis dalam perencanaan pembangunan perekonomian wilayah.
    • Dapat meramalkan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan tingkat kemakmuran, seandainya permintaan akhir dari beberapa sektor dikethui akan meningkat. Hal ini dapat dianalisis melalui kenaikan input antara dan kenaikan input primer yang merupakan nilai tambah.
    • Sebagai salah satu analisis yang penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi wilayah karena bisa melihat permasalahan secara komprehensif.
    • Dapat digunakan sebagai bahan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja dan modal dalam perencanaan pembangunan ekonomi wilayah, seandainya input-nya dinyatakan dalam bentuk tenaga kerja atau modal.
    Dalam menjalankan tugas pelaksanaan pembangunan pertanian Kab. Asahan, strategi yang akan dikembangkan dalam periode kedepan adalah sebagai berikut:
    1. Menerapkan tata kelola birokrasi pertanian yang baik
    2. Intensifikasi budidaya tanaman pangan, pengembangan sistem informasi pertanian, serta koordinasi antar stakeholder
    3. Memperkokoh institusi pertanian daerah, serta integrasi program pembangunan pertanian vertikal/horizontal
    4. Optimalisasi pengelolaan sumberdaya lahan dan air, penetapan sentra-sentra pertanian, penyediaan prasarana dan sarana,
    5. Pemanfaatan teknologi spesifik lokasi yang inovatif, kreatif dan tepat guna berwawasan lingkungan
    6. Memperkuat posisi tawar petani melalui pemberdayaan kelembagaan pertanian
    7. Mendorong pengembangan agroindustri di pedesaan
    Isu-isu strategis sektor pertanian serta keterkaitannya dengan kinerja penyelenggaraan otonomi daerah antara lain adalah Peningkatan produksi dalam rangka penyediaan pangan harus melebihi laju pertumbuhan penduduk, Penyusutan potensi lahan pertanian akibat tingginya alih fungsi lahan, Produk impor yang membanjiri pasar domestik, Laju inflasi mempengaruhi daya beli, Kemampuan SDM penyuluhan pertanian menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Peningkatan kesadaran dan kebutuhan konsumen terhadap produk pertanian organik.
    Visi pembangunan pertanian Kabupaten Asahan Tahun 2011-2015 adalah:
    TERWUJUDNYA PERTANIAN YANG TANGGUH DAN MANDIRI BERWAWASAN AGRIBISNIS BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA”.

    Landasan mewujudkan visi tersebut tertuang dalam misi pembangunan pertanian yang akan dicapai lima tahun ke depan, yaitu:
    1. Meningkatkan kinerja dan pelayanan aparatur pertanian yang amanah dan profesional
    2. Mendorong upaya peningkatan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pangan berbasis sumberdaya lokal dan kompetensi
    3. Mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam secara optimal dan lestari dalam memajukan pertanian
    4. Meningkatkan kemandirian dan kompetensi pelaku usaha agribisnis
    5. Meningkatkan nilai tambah, mutu dan daya saing produk pertanian agar mampu bersaing di pasar global
    Berdasarkan hasil identifikasi isu pengelolaan wilayah pesisir dan hasil konsultasi publik yang telah dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat Propinsi, maka diperoleh 10 (sepuluh) isu prioritas untuk kawasan pesisir barat Sumatera Utara si Kabupaten Asahan yaitu :
    1. Kerusakan Hutan Mangrove
    2. Kerusakan Terumbu Karang dan Padang Lamun
    3. Pencemaran Wilayah Pesisir oleh Limbah Industri dan Limbah Rumah Tangga
    4. Ancaman Intrusi Air Laut ke Daerah Pertanian dan Pemukiman
    5. Rendahnya Kualitas Sumberdaya Manusia
    6. Rendahnya Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
    7. Rendahnya Ketaatan dan Penegakan Hukum
    8. Belum Adanya Penataan Ruang Wilayah Pesisir
    9. Belum Optimalnya Pengelolaan Perikanan Tangkap dan Budidaya
    10. Belum Optimalnya Pengembangan Potensi dan Objek Wisata Bahari

     MATRIKS KEKEPAN (SWOT) KELEMBAGAAN KABUPATEN ASAHAN

    KEKUATAN (STRENGTH)
    KELEMAHAN (WEAKNESS)
    PELUANG (OPPORTUNITY)
    ANCAMAN (THREAT)
    - UU No. 22 Thn 1999
    - UU No. 5/90 tentang
    keanekaragaman hayati dan
    ekosistemnya
    - UU No. 5 Thn 1983 tentang ZEE
    - UU No. 9 Thn 1985 tentang
    Perikanan
    - UU Lingkungan Hidup
    - UU Kehutanan
    - Kepmentan No. 392/Kpts/Ik 120
    / 4 /1999
    - Adanya Perda RIK, RTRW dan
    SK penentuan Sempadan
    Bangunan



    - Belum adanya peraturan daerah
    tentang sepadan pantai
    - Mekanisme perencanaan dan
    pelaksanaan kegiatan belum
    bottom – up
    - Penerapan sanksi hukum
    terhadap pelanggaran tata ruang
    sulit untuk diterapkan
    - Sanksi pelanggaran tidak tegas
    - Masih kurangnya sosialisasi
    tujuan proyek pesisir bagi
    masyarakat asli daerah
    - Belum memiliki SDM yang
    menguasai kelautan dan pantai
    - Kurangnya tenaga teknis
    perikanan
    - Kurangnya dana, sarana dan
    prasarana operasional
    - Kurangnya koordinasi antar
    instansi terkait
    - Jumlah personil aparat keamanan
    kurang
    - Adanya sumberdaya alam yang
    sangat berpotensi
    - Potensi wilayah sangat menonjol
    di sektor perkebunan dan
    perikanan
    - Panjang dan luasnya wilayah
    pesisir yang dapat dimanfaatkan
    - Pembibitan bakau / budidaya
    tanaman bakau
    - Tersedianya sumberdaya alam
    yang sangat berpotensi untuk
    dikembangkan (perikanan
    tangkap & budidaya)
    - Potensi objek wisata dapat
    dikembangkan (Kerajaan Lima
    Laras)
    - Potensi sumberdaya alam
    kelautan masih mungkin untuk
    dikembangkan
    - Teknologi penangkapan dan
    pengolahan hasil tangkapan
    relatif sederhana
    - Abrasi pantai
    - Kurangnya kepedulian masyarakat
    terhadap lingkungan hidup
    - Menurunnya hasil pendapatan
    nelayan akibat penggunaan bahan
    peledak di laut
    - Alih fungsi lahan sawah dan
    greenbelt ke tambak
    - Intrusi air laut
    - Pemakaian pestisida di tambak
    tidak terkontrol
    - Air bersih masih kurang
    - Keadaan sosial ekonomi
    masyarakat di daerah pesisir pada
    umumnya masih rendah
    - Tingkat pendidikan dan
    pengetahuan fungsi hutan masih
    rendah
    - Kurangnya keterampilan
    masyarakat untuk mengelola
    tambak yang berwawasan
    lingkungan
    - Pelanggaran terhadap peraturan
    daerah yang masih tinggi

    Dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran, dirumuskanlah kebijakan yang akan dikembangkan pada periode kedepannya sebagai berikut:
    1. Implementasi tata kelola birokrasi pertanian yang baik
    2. Pemanfaatan potensi lahan pertanian yang ada secara intensif untuk peningkatan produksi pangan, pengembangan sistem informasi pertanian, serta koordinasi antar stakeholder
    3. Penguatan institusional Balai Benih Serbangan, Balai Benih Hortikultura Sipaku, SPP-SPMA dan STA, serta dukungan proaktif program pembangunan pertanian vertikal/horizontal
    4. Peningkatan produksi pertanian dengan dukungan penyediaan prasarana dan sarana dan teknologi
    5. Modernisasi usaha agribisnis berbasis teknologi yang ramah lingkungan
    6. Meningkatkan kemampuan kelembagaan pertanian dan pelaku usaha agribisnis
    7. Diversifikasi produk olahan, peningkatan pemasaran dan pengembangan sistem jaminan mutu
    Adapun program dan kegiatan pembangunan pertanian Kabupaten Asahan Tahun kedepannya adalah Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Disiplin Aparatur, Program peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, Program Peningkatan Ketahanan Pangan, Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian, Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian, Program Peningkatan Produksi Pertanian, Program Penguatan Operasional Kelembagaan Pendukung Pertanian, Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Pertanian.

    BAB IV

    TANTANGAN

    Tantangan tahap pertama berasal dari ketersediaan bibit/benih unggul. Masih sangat banyak petani yang belum paham bila benih yang dipergunakan selalu mengalami degradasi potensi produksi. Padahal pertanian yang unggul salah satunya dibangun dari bibit/benih yang baik untuk menghasilkan produktivitas tinggi.

    Bibit/benih yang baguspun bukan sekedar memiliki potensi produksi yang tinggi. Saat ini isu lingkungan akan semua hal menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penggunaan bibit/benih dari produk rekayasa genetika bisa saja meningkatkan produksi. Namun ada yang perlu diperhatikan adalah batasan atas penggunaan rekayasa genetika. Bukan sekedar pengaruh kepada konsumennya, demikian pula terhadap makhluk hidup yang ada disekitar tanaman yang menggunakan teknologi ini.

    Tantangan tahap kedua adalah peningktan kuantitas hasil komoditas, mereduksi biaya atas usaha pertanian dan efisiensi penggunaan sarana produksi pertanian. Langkah ini bisa dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna serta tepat sasaran. Penerapan sistem olah tanah dan pengendalian hama dan penyakit secara alami dilahan pertanian merupakan salah satu solusinya.

    Saat ini pemanfaatan teknologi komputer juga sudah pantas dipergunakan dalam mengantisipasi tantangan tahap kedua ini. Teknologi penginderaan jauh sudah lazim dipergunakan di negara maju, kenapa tidak mulai diaplikasikan di negara kita? Teknologi pertanian yang ada di balai-balai penelitina juga sia diaplikasikan.

    Tantangan tahap ketiga merupakan tahap yang cukup penting berkaitan dengan industri pertanian atau agroindustri. Komoditas sebaga bahan baku utama sudah selayaknya ditempatkan pada tempat yang terpuji. Pengolahan yang efektif dan efisien akan menghasilkan produk terbaik dan meminimalisir buangan.

    Ujung dari tahap ini sebelum masuk kewilayah distribusi pengguna berkaitan dengan peningkatan nilai tambah (added value). Penerpan teknologi maju dan peran serta orang-orang ahli terbuka. Pendanaan dan dukungan pemerintah juga menjadi cara terbaik untuk mengatasi tantangan tahap ini.

    Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian Kabupaten Asahan ke depan antara lain adalah Penerapan usahatani yang ramah lingkungan, Globalisasi dan liberalisasi perdagangan menuntut kesiapan berkompetisi, Penyediaan prasarana dan sarana ditengah terbatasnya anggaran pembangunan, Penumbuhan usaha agroindustri di pedesaan, dan Penguatan kelembagaan usaha ekonomi produktif. Peluang-peluang pembangunan pertanian Kabupaten Asahan ke depan antara lain adalah Potensi lahan pertanian cukup tersedia, Produktivitas dan mutu masih dapat ditingkatkan, Perkembangan teknologi, Peningkatan permintaan terhadap produk pertanian, serta Ketersediaan tenaga kerja dan kultur kerja keras.


    BAB V

    KESIMPULAN DAN SARAN

    Kesimpulan

    1. Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan       perekonomian nasional yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya.
    2. Kabupaten Asahan merupakan salah satu sentra perkebunan di Provinsi Sumatera Utara yang berkomoditi penting seperti Karet, Kelapa Sawit, Kakao, Kelapa.
    3. Visi dalam pembangunan pertanian Kabupaten Asahan Tahun 2011-2015 adalah: ”Terwujudnya Pertanian Yang Tangguh Dan Mandiri Berwawasan Agribisnis Berlandaskan Iman Dan Taqwa”.
    4. Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian Kabupaten Asahan ke depan antara lain adalah Penerapan usahatani yang ramah lingkungan, Globalisasi dan liberalisasi perdagangan menuntut kesiapan berkompetisi, Penyediaan prasarana dan sarana ditengah terbatasnya anggaran pembangunan, Penumbuhan usaha agroindustri di pedesaan, dan Penguatan kelembagaan usaha ekonomi produktif.
    5. Peluang dalam pembangunan pertanian Kabupaten Asahan ke depan antara lain adalah Potensi lahan pertanian cukup tersedia, Produktivitas dan mutu masih dapat ditingkatkan, Perkembangan teknologi, Peningkatan permintaan terhadap produk pertanian, serta Ketersediaan tenaga kerja dan kultur kerja keras.

    Saran

        Meningkatkan penyuluhan dalam sektor pertanian kepada masyarakat dalam Pengembangan Potensi Sektor Pertanian dan perhatian dalam sektor pertanian terhadap pemerintah daerah sehingga dapat menciptakan tenaga kerja yang unggul dan kerja keras yang dapat mensejahteraan masyarakat di Kabupaten Asahan.

1 komentar:

  1. Kunci Sukses Anda mengatakan...

    Perkembangan produk-produk peternakan dan perikanan semakin maju seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Berikut beberapa produk peternakan dan perikanan :

    PRODUK OBAT-OBATAN, VITAMIN, VAKSIN Produksi :
    - PT. Sanbe Veterinary and Aquatic
    - PT. Indosco Boster
    - PT. Natural Nusantara
    - PT. Wonderindo Pharmatama
    - PT. Multifarma Satwa Maju
    - PT. Sarana Veterinaria Jaya Abadi
    - PT. Medion
    - PT. Eka Farma
    - Dll.

    PRODUK PROBIOTIK DAN HERBAL Produksi :
    - Pradiptha Paramita (Minaraya, Jampistres, GraciMax, Promix, GrowBig, Racun Lalat, dll.)
    - Simba Plus (RajaLele, RajaGrameh, SPF, Nutrisi, Nature, dll.)
    - Tamasindo Veterinary (Probio-7, Planton, Raja Siam, Raja Ikan, Proten 2000, dll.)
    - Indosco Boster (Planktop, Sel Multi, Aqua Enzim, Manstap, dll)
    - Nutrend International (Herbafarm Ternak dan Herbafarm Ikan)

    PRODUK PERALATANAN PETERNAKAN dan HASIL PRODUKSI TERNAK :
    - Mesin Penetas Telur Kapasitas 30, 50, 75, 100, 200, 500, 1000, 1500 butir
    - Peralatan Peternakan Hewan Besar
    - DOC/ Bibit Ayam Kampung dan DOD/Bibit Itik
    - Calon Induk Itik Petelur

    Maju Bersama Poultry Shop
    Jl. Sudirman 242 (Simp. Bedagai – Depan Majestyk), Sei Rampah, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara
    HP: 0852.57090.372
    www.majubersamaps.com


Poskan Komentar